Ghazali Abbas: Semoga Aktifis BPPA Tak Menjadi Tukang Muzakkir Manaf

Ghazali Abbas Adan
 AcehXPress.co Banda Aceh – Munculnya wacana tuntutan mundur atas Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah tanpa dibarengi tuntutan yang sama terhadap Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf memunculkan spekulasi kepentingan tertentu yang dimainkan oleh Barisan Penyelamat Pemerintah Aceh (BPPA). Kendati di satu sisi gerakan social tersebut perlu diapresiasi, namun Anggota DPD terpilih, Ghazali Abbas Adan berharap para aktifis tersebut tak terjerumus dalam konflik kepentingan apalagi menjadi ‘tukang’ Muzakkir Manaf.

“Saya masih meyakini Hendra Budian Cs adalah murni civil Society, independen dan memiliki karakter, dan dalam waktu yang bersamaan saya juga mengharapkan mereka tidak akan pernah menjadi tukang untuk kepentingan siapapun, apalagi menjadi tukang Muzakir Manaf,” ujarnya menanggapi aksi BPPA yang menutut dr Zaini mundur dari jabatan kegubernurannya, Rabu (13/8/2014).
Sebagaimana diketahui, wacana tuntutan pencopotan Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah dari posisi gubernur disuarakan oleh sejumlah aktifis yang tergabung dalam BPPA. Diantaranya yakni Koordinator Kontras Aceh Gilang Destari, Koordiantor GeRAK Aceh, Askhalani, presidium GeRAK Aceh Akhiruddin Mahyuddin, Hendra Budian yang juga politisi Golkar Aceh, Agusta Mukhtar dan sejumlah aktifis-aktifis lainnya.
Akan hal itu, Ghazali Abbas mempertanyakan kritik yang dilontarkan BPPA kepada dr Zaini semata. Padahal legal formal keduanya adalah dwi tunggal Pemerintahan Aceh yang mengatur seluruh kebijakan-kebijakan strategis.
“Terus terang, saya belum menaruh curiga terhadap niat baik, karakter dan semangat sosialis humanis serta substansi kritikan mereka. Tetapi yang menimbul tanda tanya dari saya, mengapa Muzakir Manaf yang legal formal merupakan unsur dwi tunggal top leader Pemerintah Aceh dikesampingkan, bahkan ada kecenderungan dibela dan dilindungi. Padahal, menurut saya, kalau mau jujur dan objektif, kualitas kinerja Muzakir Manaf sebagai pejabat publik sangat rendah, sekterianis dan ultra primordialis. Bahkan terkadang terkesan arogan, sangar dan Bengal,” tukasnya.
Dia berharap, para aktifis dapat menyuguhkan gerakan social yang benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Namun bila sebaliknya terjadi, dikhawatirkan degradasi kepercayaan terhadap aktifis akan berdampak lebih buruk bagi keberlanjutan pengawasan kerja-kerja pemerintah. [tgj]


EmoticonEmoticon