Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

JK: Satu Minimarket Sebabkan 20 Warung Mati


ACEHXPress.com | Menjamurnya minimarket dinilai banyak mematikan warung tradisional di sekitarnya. Wapres Jusuf Kalla (JK) bahkan menyebut berdirinya satu minimarket menyebabkan 20 warung mati.

"Satu minimarket bisa menyebabkan matinya 20 warung. Itu penting untuk diketahui," kata JK di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (18/12). 

Menurutnya, pelayanan minimarket memang lebih baik daripada warung di sekitarnya. Namun, dampaknya bagi pertumbuhan warung tradisional yang membuat pemerintahan khawatir. 

JK pun berharap agar pemerintah tak sembarangan memberikan izin kepada para pengusaha minimarket. "Jadi jangan sembarang kasih izin. Soalnya kita suka minimarket murah, pakai AC macam-macam, tapi ga boleh tingalkan toko-toko kecil," katanya.

Ia pun meminta kementerian perdagangan untuk menyiapkan peraturan yang mengatur pertumbuhan usaha kecil. Hal itu penting guna membantu pertumbuhan warung kecil yang terancam tak berkembang akibat tumbuhnya minimarket. [rol]

Permintaan Paspor di Imigrasi Takengon Meningkat

ACEHXPress.com | Permintaan pembuatan paspor di Imigrasi Takengon dalam beberapa bulan terakhir, mengalami peningkatan dengan rata-rata mencapai 120 paspor setiap bulannya, kata Kepala Kantor Imigrasi setempat, Imam Santoso.

“Sebelumnya kita melayani pembuatan paspor antara 30 sampai 40 buah setiap bulannya, namun kini mengalami peningkatan drastis yang mencapai 120 paspor perbulan,” katanya di Takengon, Kamis.

Hal itu disampaikan disela-sela kunjungan Bupati Aceh Tengah Nasaruddin yang melihat langsung pelayanan yang diberikan Kantor Imigrasi Takengon kepada masyarakat di daerah tersebut.

Didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkab Aceh Tengah Mustafa Kamal, disebutkan juga pihaknya juga memberikan pelayanan berupa penanganan izin tinggal warga asing.

Sejak September 2013, Kantor Imigrasi Takengon telah menerbitkan sebanyak 662 paspor, dan 25 buat kartu izin tinggal terbatas (Kitas) bagi warga Asing di wilayah kerja imigrasi tersebut.

Imam juga menjelaskan, Imigrasi Takengon kini telah meningkatkan pelayanan pengurusan pasport sebagai salah satu tuntutan standar pelayanan kepada masyarakat. Saat ini, mengurus pembuatan paspor bisa selesai sehari, sementara sebelumnya mencapai tiga hari.

“Dulu warga yang ingin buat paspor terlebih dahulu harus memasukkan berkas, besoknya baru di foto, kemudian membayar administrasi, sehingga butuh beberapa hari,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Bupati Aceh Tangah Nasaruddin mengatakan warga yang akan mengurus paspor sangat terbantu dengan peningkatan pelayanan yang diberikan oleh Imigrasi Takengon.

Sebelumnya, warga Aceh Tengah yang akan mengurus paspor harus pergi ke Kota Lhokseumawe, sehingga membutuhkan waktu berhari-hari. Sekarang sangat terbantu, terutama jika ada keluarga yang sakit ingin berobat keluar negeri, maupun pengurusan paspor untuk kebutuhan berhaji maupun umroh. []

antaraaceh

Untuk Bidang Kesehatan, Indonesia Termasuk Negara Paling Pelit

Ilustrasi
AcehXPress.coBank Dunia menyebut Indonesia adalah negara yang pelit membelanjakan dananya untuk sektor pelayanan kesehatan. Saat ini diperkirakan Indonesia baru menghabiskan 1,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk pelayanan kesehatan.

"Salah satu alokasi kesehatan terendah bila dibandingkan negara-negara lain di dunia," ujar Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop saat ditemui di Jakarta, Senin (8/12).

Diop menambahkan, dengan pembelanjaan lebih baik termasuk untuk pelayanan kesehatan dan program-program perlindungan sosial maka mendorong percepatan pemberantasan kemiskinan. Sebab, beberapa tahun terakhir cukup lambat.

"Tanpa dukungan tambahan terhadap upaya pengentasan kemiskinan, tingkat kemiskinan di Indonesia yang kini sebesar 11,3 persen akan tetap berada di atas 8 persen pada 2018 sekalipun," terangnya.

Selain itu, Bank Dunia mengingatkan akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada November 2014 akan mengakibatkan lonjakan inflasi pada 2015. Namun, akan berangsur turun jelang akhir 2015.

Dia menjelaskan, inflasi pada 2015 diperkirakan akan mencapai 7,5 persen. Inflasi merupakan salah satu faktor pembentuk kemiskinan. "Angka ini akan menurun secara pesat sebelum akhir 2015 bila tidak ada gejolak lain," kata Diop.

Dia menjelaskan, meski ada kenaikan inflasi, namun di sisi lain negara menghasilkan penghematan fiskal lebih Rp 100 triliun dari penyesuaian harga BBM. Maka dari itu, dia menyarankan pemerintah untuk menambah belanja publik berbagai sektor prioritas, seperti pelayanan kesehatan. [Merdeka]

Dalam Seminggu, Konsumsi Pertamax Naik 237 Persen

Ilustrasi
AcehXPress.coPT Pertamina (persero) mencatat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax sudah mencapai lebih dari lima ribu kiloliter (KL) per hari. Bahkan, kenaikannya mencapai ratusan persen.

SVP Fuel Marketing and Distribution Pertamina, Suhartoko, Rabu 3 Desember 2014, mengatakan bahwa peningkatan yang terjadi terhadap konsumsi pertamax ini karena kenaikan harga BBM bersubsidi.

Suhartoko mengungkapkan, angka konsumsi pertamax meningkat 237 persen. Kini, jumlah pertamax yang dikonsumsi mencapai 5.219 KL per hari dari sebelumnya 2.200 KL. 

"Angka ini merupakan konsumsi pertamax selama seminggu terakhir. Ini, belum pada balance yang sesungguhnya. Bisa jadi, angka itu terus naik," ujarnya di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta.

Meskipun demikian, lanjutnya, kuota BBM bersubsidi tetap diprediksi akan mengalami over kuota (kelebihan kapasitas). Hal ini, disebabkan oleh konsumsi solar yang tinggi. 

"Tetap jebol (BBM) PSO (public service obligation) secara keseluruhan, karena solarnya sudah terlalu parah. Jadi, total PSO yang 46 juta KL itu akan jebol, karena kapasitas Pertamina itu 45,35 juta KL," tambahnya.

Berdasarkan data Pertamina, per 2 Desember 2014, pasokan yang tersedia adalah untuk premium 18,2 hari, solar 20,39 hari, kerosin 72 hari, avtur 28,8 hari, pertamax 49,35 hari, pertamax plus 44,9 hari, dan pertamax dex 75 hari. [Viva]

Kategori

Kategori