Orok Bayi Mengapung di Alue Binca

AcehXPress.coBLANGPIDIE - Masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) gempar, menyusul ditemukan sesosok jasad orok jenis kelamin perempuan yang masih berdarah di dalam alur (sungai kecil) persawahan Binca, Dusun III, Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, Sabtu (16/8) sore.

Polisi yang bergerak cepat berhasil mengidentifikasi pemilik orok malang itu. Jasad orok yang terlihat putih bersih itu ternyata ‘diproduksi’ oleh pasangan petani dan mahasiswi. Hanya saja produksi kali ini bukan lewat jalur legal atau Kuakec, namun jalur gelap alias tanpa nikah.

Wanita yang diduga menjadi produsen dari orok itu saat ini sedang dirawat di salah satu ruang inap ibu bersalin di RSUD Teungku Peukan, Blangpidie. Menurut sumber sumber di sekitar lokasi temuan jasad orok itu, sang ibu yang ternyata beralamat tak jauh dari lokasi ditemukan orok, mengaku semula bermaksud buang hajat di alur irigasi persawahan dekat rumahnya. Ternyata saat itulah keluar bayi berkelamin perempuan, namun disebut-sebut langsung tercemplung ke alur irigasi persawahan binca. Sang ibu diinfokan berhasil ‘menahan’ laju ari ari dan membuang tak jauh dari jamban di alur irigasi itu.

Namun belakangan muncul rumors di kawasan Binca, jika orok itu sebenarnya dilahirkan di rumah, kemudian sang ayah si mahasiswi yang disebut berinisial Ro (20), lalu membuang bayi malang itu ke saluran irigasi. Bahkan pihak penyidik dikabarkan telah mencium rumors itu. 

Informasi dikumpulkan Prohaba, mayat bayi diperkirakan berumur satu hari ditemukan itu dalam saluran irigasi Desa Pawoh, arah Krueng Beukah. Mayat bayi dalam kondisi telanjang ditemukan oleh Isra, warga setempat, sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu Isra sedang membersihkan saluran serta membabat rumput pematang sawah di sekitar lokasi.

Isra sempat mengira itu hanya boneka yang hanyut. Karena curiga, Isra memanggil rekannya  di sekitar lokasi, kemudian mengaitnya dengan ranting kayu ke tepi sungai. Ternyata, mayat bayi jenis kelamin perempuan dalam kondisi tak berbusana. Segera saja temuan menghebohkan itu disampaikan kepada Ketua Pemuda Pawoh, Firdaus SKM dan kepada Keuchik Pawoh, Syahril. Mayat bayi yang malang itu dibawa ke rumah salah seorang seorang warga terdekat, Ibrahim.   

Keuchik Desa Pawoh, Syahril ketika ditanyai Prohaba menjelaskan, pihaknya segera memberitahukan informasi tersebut kepada Kapolsek Susoh, kemudian menurunkan dua personel kepolisian ke lokasi. Mayat bayi tersebut kemudian dibawa polisi dan masyarakat dengan mobil ambulans ke ruang IGD RSUD Tengku Peukan untuk divisum.

Informasi temuan mayat bayi itu sangat cepat menyebar dan membuat geger warga Susoh dan Blangpidie, segera mengalir ke lokasi temuan pada Sabtu sore, termasuk melihat langsung  ke ruang IGD Teungku Peukan lokasi Padang Meurantee.   

Sementara aparat kepolisian dari Polsek Susoh, termasuk personel Satreskrim Polres Abdya yang melakukan penyelidikan, kini juga telah mengantongi identitas lelaki yang ikut memproduksi bayi tersebut. Lelaki itu disebut-sebut seorang petani yang bermukim di Desa Ikuelhung.

Bahkan sumber sumber lain mengungkapkan jika sang lelaki sebenarnya pernah melamar gadis Ro pada orang tuanya, namun lamaran itu ditolak, dengan alasan yang tidak diketahui.

Direktur RSUD Teungku Peukan, dr Ivandri SpAn ketika ditanyai Prohaba, membenarkan ada seorang wanita muda dari Desa Pawoh masuk rumah sakit pada Sabtu (16/8) menjelang subuh atau sekira pukul 04.00 WIB dengan keluhan pendarahan. “Setelah diperiksa  oleh dokter ahli, wanita tersebut mengalami pendarahan pada alat vital, maka segera dirawat di ruangan persalinan, dan masih dalam parawatan hingga hari ini,” kata Ivandri, menjawab Prohaba.

Sementara amatan Prohaba, Sabtu malam, beberapa tenaga scurity (Satpam) rumah sakit tampak berjaga di pintu kamar salah satu ruangan perawatan ibu bersalin di RSUD Teungku Peukan, tempat wanita Ro dirawat.

Kapolres Abdya, AKBP Eko Budi Susilo SIK, ditanyai Prohaba, Minggu (17/8) menjelaskan, kasus temuan mayat bayi di Dusun III, Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, masih dalam penyelidikan untuk mengungkapkan secara pasti siapa orangtua bayi malang itu.[Prohaba]


EmoticonEmoticon