Showing posts with label Pidie Jaya. Show all posts
Showing posts with label Pidie Jaya. Show all posts

Bupati Pijay Larang Kepala SKPK Keluar Daerah

Bupati Pijay H Aiyub Abbas
AcehXPress.coPembahasan Rancangan Qanun Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (Qanun RAPBK) Pidie Jaya (Pijay) TA 2015, Kamis (27/11/2014) besok mulai digelar. Pada hari yang sama, wakil rakyat disana juga menyampaikan laporan Panitia Khusus (Pansus) tentang hasil kunjungan lapangan yang telah dilakukan selama beberapa hari yang lalu.
Berkaitan dengan hal itu, Bupati Pijay H Aiyub Abbas menginstruksikan para Kadis, badan maupun kantor di lingkungan pemkab setempat untuk tidak keluar daerah selama masa persidangan tersebut. Pembahasan anggaran juga wajib diikuti semua kepala bagian (Kabag) dan kepala bidang (Kabid) di semua Satuan Kerja Pemerintah Kabupaten (SKPK).
Sementara Wakil Ketua DPRK Pijay, Ir Nazaruddin mengatakan, tanpa keikutsertaan pihak-pihak tersebut, DPRK tidak akan mengakomodir kebutuhan dinas yang bersangkutan. [Serambi]

Pria Putoh Kawat Ancam Bakar Kantor Bupati Pidie Jaya

Ilustrasi
AcehXPress.coMEUREUDU - Jafaruddin (42) warga Gampong Reuleut, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, Senin (1/9) sekira pukul 12.00 WIB, mengamuk dan berteriak histeris semabri  mengancam membakar Kantor Bupati Pidie Jaya. Belajangan terungkap jika Jafaruddin mengalami gangguan jiwa alias putoh kawat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Husbah (Satpol PP dan WH) Pidie Jaya, Dra Asiah MM kepada Prohaba, Senin (1/9) mengatakan, aksi Jafaruddin itu dibuktikan dengan ulah lelaki tersebut mengumpulkan sampah untuk dibakar. Sontak tindakan itu mengundang heboh bagi warga serta pekerja lingkup Kantor Bupati.

“Khawatir dengan tindakan anarkis dan ancaman itu direalisasasikan, pihak Satuan Pengamanan (Satpam) segera menghubungi kami sembari berharap Jafar segera diamankan,”ujarnya.

Sesaat kemudian, kami langsung meluncur ke kantor dan seraya melakukan pendekatan persuasive terhadap Jafarudin yang kelihatan kumat gangguan jiwanya.

Namun, Jafarudin malah ogah untuk diamankan. Lelaki itu seperti sadar dengan penyekitnya, ia meminta agar pihak Satpol PP membawa dirinya ke rumah sakit.

Mendengar permintaan dan selanjutnya langsung menurutinya dan membawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Meureudu.

Setelah di beri suntikan penenang, pihak Satpol PP menghubungi keluarga agar Jafaruddin dapat dirujuk pengobatan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh. “Hari ini juga yang bersangkutan dirujuk ke Banda Aceh (RSJ),”tukasnya kemarin.[Prohaba]

Mesum Sambil Bugil di Belakang Masjid, Empat ABG Pidie Jaya Digerebek

ilustrasi
AcehXPress.coWarga Trienggadeng, Pidie Jaya, menggerebek dua pasang anak baru gede (ABG) yang tengah asyik indehoi dan bugil di dalam kamar salah satu rumah yang letaknya tepat di belakang Masjid Besar Trienggaeng At-Taqarub, Minggu (31/8), pukul 15.30 WIB.

Kedua pasangan yaitu Ra, 16, siswi 1 SMA; No, 14, kelas 2 MTsN. Keduanya merupakan warga Trienggadeng. Sementara dua lelaki yang ikut digelandang adaplah Dek Ni, 17,  kelas 2 SMA warga Treienggadeng dan Ir, 15 warga Teungkleut.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari seorang warga meminta namanya tidak dikorankan, sebelum digerebek, warga sudah merasa curiga dengan keberadaan kedua pasangan non muhrim di rumah tersebut.

"Setelah beberapa lama dua pasangan itu tak juga keluar, warga sepakat menggerebek. Mereka berada dalam satu kamar. Salah satu pasangan saat digerebek warga dalam kedaan bugil," sebut sumber kepada Rakyat Aceh.(mas)
Setelah digerebek, pasangan tersebut digiring ke masjid Tua gampong setempat. Kedua orang tua pasangan ABG kemudian dipanggil dan selanjutnya kasus berlanjut damai. Beberapa tetua gampong yang sempat ditemui enggan memberikan keterangan. Kasus ini diketahui tak sampai ke ke Satpol PP/WH setempat.

Orang tua kedua pasangan yang dipanggil memilih melepas tanggung jawab dan mempersilahkan warga dan pemuda setempat membawa anak mereka ke Kepolisian WH. 

"Namun saat kami bawa ke Satpol WH, kami tidak diterima dengan alasan hari Minggu Kantor Syariah itu tutup. Petugas juga beralasan, kantor tak memilik tempat untuk menahan kedua remaja gadis. Tak ingin berlarut, kami kemudian menyerahkan permasalahan ini ke Geuchik Gampong," ujar Makmun. [jpnn]

Anggota Dewan Baru Pijay Pertanyakan Mobil Operasional

AcehXPress.coMEUREUDU - Angggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya terpilih periode 2014-2019  yang telah dilantik Senin (25/8/2014) lalu, mempertanyakan mobil operasional penunjang kegiatan sehari-hari. Pasalnya, hingga kini ke-17 unit mobil operasional tersebut masih digunakan oleh anggota dewan lama.

Patut diketahui, ke-25 anggota DPRK Pidie Jaya periode 2009-2014, telah disediakan mobil penunjang kegiatan masing-masing anggota dewan berupa satu unit mobil Fortuner bagi ketua, dua unit CRV bagi wakil ketua serta tiga  unit kijang Innova untuk ketua fraksi dan 19  unit mobil Avanza bagi anggota dewan biasa.

"Seharusnya, setelah dilakukan pelantikan semua aset milik dewan (Mobil) haruslah dikembalikan agar anggota dewan yang dilantik dapat memanfaatkan fasilitas negara," ujar Ir Nazaruddin selaku anggota dewan baru dari partai Nasional Demokrat (Nasdem) kepadaSerambinews.com, Jumat (29/8/2014).[Serambinews]

Anak Pejabat Pidie Jaya Tertangkap Mesum di Kantin Kantor Bupati

ilustrasi
AcehXPress.coMeureudu - Warga gampong Lancok Manyang, Meureudu, Pidie Jaya, mendadak heboh. Pasalnya, mereka menangkap anak pejabat Pidie Jaya, sedang asik berpacu dalam syahwat di kantin sebelah kantor Bupati, Sabtu sore (9/8) kemarin, sekira pukul 18.00 wib.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga, pelaku mesum itu berinisial Rz alias Ad, seorang mahasiswa berdomisili di Gampong Meunasah Manyang Lancok, Meureudu, Pidie Jaya.

Sedangkan wanitanya berinisial Na, seorang honorer di sekolah SMA berdomisili di Gampong Meunasah Teungoh, Meurah Dua, Pidie Jaya.

Sebelum ditangkap, warga memang sudah lama mencurigai pasangan tersebut karena sudah sering bertemu petang hari di kantin itu.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kepala Satpol PP dan WH Kabupaten Pidie Jaya, Dra. Asiah, MM, pasangan tersebut mengaku sudah beberapa kali melakukan hubungan badan layaknya suami-isteri di tempat tersebut.

Ketika diintrograsi, terungkap, pasangan laki-laki membela diri, dengan menuduh kalau perbuatan "belah duren" terhadap wanita yang berkulit putih berparas cantik tersebut telah duluan dilakukan oleh lelaki hidung belang lainnya sebelum dirinya menjalani hubungan percintaan dengannya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pasangan wanita menyebutkan, sebelumnya pasangan wanita kerap mendapat ancaman tidak boleh menikah dengan pria lain kecuali hanya dengan pasangan laki-laki tersebut.

"Mereka mengaku sudah "naik ke bulan" dan mereka sudah harus dinikahkan saja,"sebut Armia penyidik WH.

Sementara Keuchik gampong Manyang Lancok, Suryadi mengatakan, bukti perbuatan mereka sudah sangat menyakinkan dari isi SMS pelaku mesum yang mereka sita.

"Ke sini dek, ngapain, seperti biasa," sebut Suryadi mengulangi isi percakapan SMS terhadap rencana "hajatan bercinta" dari pasangan itu yang diperiksa oleh petugas WH.

Berdasarkan pantauan di kantor Satpol PP/WH, ibu dari pasangan perempuan terlihat sangat terpukul dan berang ketika melihat buah hatinya melakukan perbuatan terlarang itu.

"Saya sudah beberapa kali memperingatkan kamu nak, jangan berhubungan dengan dia,(pasangan laki-laki,red) bahkan ada polisi yang datang ke rumah melamarmu, malah kamu tolak. Tapi kamu tetap saja dengan laki-laki itu, ternyata sekarang kamu berbuat begini," sebut ibu si perempuan penuh kecewa kepada anaknya.

Sementara kedua orang tua dari kedua pasangan dan juga keuchik masing-masing gampong yang dipanggil ke Kantor Satpol PP/WH setempat, baru pulang pada pukul 00.00 wib setelah meneken surat perjanjian penyelesaian.


"Kita telah memanggil pihak keluarga dari kedua belah pihak dan atas permintaan pihak keluarga, kasus ini akan diselesaikan pernikahan di gampong dengan batas waktu yang kita berikan dalam perjanjian yang telah mereka tandatangani di atas materai hingga tanggal 18 Agustus ini. Karena kalau mereka menikah di sini (kantor satpol PP/WH,red) pihak keluarga malu, bila pada batas tersebut belum selesai, maka pihak kami akan menyelesaikan masalah tersebut di kantor," sebut Asiah nada tegas. [jpnn]

Ribuan Ikan Mati Keracunan di Pidie dan Aceh Jaya

AcehXPress.coBanda Aceh - Ribuan ikan mati dari aliran sungai di Pidie hingga Aceh Jaya, Aceh. Diduga, karena kebocoran penampungan rendaman pasir yang mengandung emas di Geumpang.
Kejadian itu berlangsung sejak 26 Juli, di Geumpang, Pidie. Aliran sungai yang terhubung ke Krueng Teunom, Aceh Jaya,  membuat ikan di sana mati. Warga yang juga keracunan setelah mengkonsumsi ikan tersebut dilarikan ke rumah sakit.
Kuddi, panglima krueng (pawang sungai) Sarah Raya, mengatakan, jarak antara Geumpang hingga ke Krueng Teunom sekitar 57 kilometer. “Dari hari raya ke tiga sampai ke mari, ikan mati,” kata Kuddi, yang dihubungi Sabtu (2/8/2014).
Adi Saputra, warga Teunom mengatakan, ikan-ikan itu mengapung terbawa arus sungai. Warnanya putih pucat. “Insang pecah. Dagingnya lembek,” kata Adi. Sementara Kuddi menambahkan, sisik ikan yang mati memerah, mata bengkak, dan kelamin di perut terburai.
Dua malam sebelum kejadian, Kuddi bersama warga menelusuri sungai mencari ikan kerling. Tak seperti biasa, ikan yang didapat sangat banyak. Ia belum tahu, jika di Geumpang banyak ikan yang mati. “Malam hari raya ke tiga, mulai banyak yang mati,” katanya lagi.
Di hari pertama kejadian, aktivitas masyarakat seperti biasa; mandi, mencuci dan buang air di sungai. Warga bahkan mengambil ikan yang mati untuk dikonsumsi. Namun, beberapa warga mengeluhkan pusing dan badan sakit. Empat orang dilarikan ke rumah sakit, di Teunom. Sejak itu, warga tidak lagi mengkonsumsi apapun yang berasal dari sungai.
Jufri Abdurrahman, Kepala Desa Padang Kleng, Kecamatan Teunom, mengatakan, kejadian itu belum pernah terjadi di daerahnya. Masyarakat telah dihimbau untuk tidak mengkonsumsi ikan sungai. Pasalnya, keracunan telah terjadi atas beberapa warga di tiga desa: Sarah Raya, Alu Meuraksa, dan Bintah.
Imum Mukim Leutung, Kemukiman Mane, Pidie, Tengku Sulaiman, menyebutkan, dugaan keracunan dari pertambangan tradisional semakin kuat. Pasalnya, pertambangan di sana, diduga tidak hanya menggunakan merkuri. Karbon, soda, obat tetes, hingga cairan berbahaya lainnya juga digunakan.
“Saat emas sudah dipisahkan, pasirnya dibawa turun ke bawah dan dibakar. Kandungan emas lebih banyak,” kata Sulaiman. Karbon yang terkadung dalam cairan itulah yang kemudian dibawa air hujan ke Krueng Geumpang hingga Krueng Teunom. Jika memang terbukti ikan itu mati karena keracunan pertambangan, kata Sulaiman, maka warga bakal menutup pertambangan emas itu.
Di Geumpang, kematian ikan terjadi setelah hujan turun, 26 Juli lalu. “Selama ini di Kemukiman Mane, diterapkan aturan tidak boleh membuka tambang di aliran sungai Krueng Mane. “Jika saluran pembuangan terhubung ke sungai harus tutup,” jelas Sulaiman.
Sehari setelah kejadian di Krueng Geumpang, ikan mati di Krueng Mane. Seminggu setelahnya sampai ke Krueng Teunom, aliran sungai yang langsung terhubung ke laut.
Di wilayah Kemukiman Mane, Sulaiman bersama tokoh masyarakat juga telah membuat pengumuman untuk tidak mengkonsumsi ikan dan air yang  bersumber dari sungai. “Padahal dari dulu, Krueng Mane sumber perekonomian masyarakat sekitar,” kata Sulaiman.
Sulaiman menjelaskan, petugas pemerintahan telah mengambil sampel ikan, untuk uji laboratorium. Senin, hasilnya keluar. “Saya sudah lapor bupati. Ini harus segera diatasi,” tandasnya. [005-mongabay-greenradio]

Kategori

Kategori