Showing posts with label Pidie. Show all posts
Showing posts with label Pidie. Show all posts

Mengaku Intel KPK, Polisi Bekuk Zamzami di Pidie

ACEHXPress.com | Aparat dari Reskrim Polres Pidie, Selasa (16/12/2014) sekira pukul 15.00 WIB membekuk Zamzami Khalily Akbar bin Sulaiman Daud (34) warga gampong Cot Usi, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie yang mengaku sebagai intel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaku dibekuk setelah Polisi menerima laporan pengaduan 17 warga dari lima kecamatan dalam kabupaten setempat yang telah diperas oleh yang bersangkutan.

Dalam menjalankan aksi haram itu, sang intel gadungan KPK tersebut kerap mendatangi para pedagang gas, minyak, serta kepala sekolah dengan bergaya melakukan penyidikan dengan memperlihatkan kartu nama dan lencana lembaga tim investigasi National Corruption Watch (NCW) dengan berlambang Garuda serta kartu tanda anggota NCW. Ujung-ujungnya, dia memeras korban dengan meminta uang mulai Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per orang.

Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Ibrahim SH kepada Serambinews.com, Rabu (17/12/2014) mengatakan, aksi pemerasan dan penipuan yang dilakukan oleh Zamzami dilakukan secara terpisah selama beberapa pekan terakhir.

“Dari pengakuan, dua kali memeras korban di Kecamatan Keumala, lima kali di Kecamatan Sakti, lima kali di Kecamatan Simpang Tiga, tiga kali di Kecamatan Kembang Tanjong, dan dua kali di Kecamatan Mutiara Timur,” ujar Sunarya. [tribunnews]

Dua Pencuri Lembu Diringkus di Pidie

iustrasi
AcehXPress.coSatuan Intelkam dan Reskrim Polres Pidie menangkap Zainal Abidin (42) dan Zainon Cut Ali (45) ‎ di Kecamatan Batee, Jumat (7/11). Kedua pencuri lembu itu tercatat warga Kecamatan Muara Tiga (Laweung). Pencuri ternak warga itu diciduk hamba hukum saat membawa hasil curian menggunakan labi-labi.

Kapolres Pidie AKBP Sunarya SIK mengatakan, kedua pelaku bernama Zainal Abidin dan Zainon tersebut ditangkap Polsek Batee karena mencuri lembu milik warga Batee di dekat Gua Tujoh. Polisi berhasil melacak keberadaan pelaku setelah menerima laporan pemilik lembu.

"Saat  labi-labi berhenti di jalan dan dilakukan penggeledahan, ternyata ditemukan seekor lembu yang telah disembelih. Kedua pelaku langsung kita tahan. Sementara sang sopir yang awal kita tahan telah kita suruh pulang dengan alasan sopir tidak mengetahuinya," katanya. [Serambi]

Warga Geumpang Bantu Pengungsi Banjir

Perwakilan warga dari kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, mengantar bantuan ke salah satu lokasi pengungsian.
AcehXPress.coMasyarakat Geumpang, Kabupaten Pidie, menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa beras dan mi  instan kepada korban banjir di Aceh Besar dan Aceh Jaya, Rabu (5/10/2014). Bantuan diantar langsung ke titik pengungsian sementara atau dapur umum di dua kabupaten tersebut.
Di Aceh Besar, bantuan diberikan kepada 13 kepala keluarga (KK) korban banjir di Lamsujen, Lhoong. Sementara di Aceh Jaya bantuan dititipkan melalui Posko Kuala Ligan dan Jeumpuek, Kecamatan Samponiet serta di Blang Baro, Pasi Glima dan Pasi Timon, Kecamatan Tuenom.
Di Lamsujen sendiri, 13 KK masih bertahan di posko pengungsian kerena rumah mereka rusak. Sementara di Kuala Ligan terdapat 44 KK, dan 177 KK di Juempuek yang masih belum bisa kembali ke rumah karena terendam banjir.
Sementara di Tuenom, warga sudah mulai kembali ke rumah menyusul telah surutnya air yang sempat menggenangi rumah warga.
M Nasir, koordinator penambang Guempang, Mane dan Tangse, menyebut sumbangan yang mereka antar merupakan sumbangan dari masyarakat dan penambang di Geumpang.
"Mudah-mudahan bantuan dari kami ini dapat membantu warga yang harus mengungsi karena banjir di Aceh Jaya ini" katanya.
Menurut pantauan Nasir, hingga sore tadi beberapa daerah yang tergenang banjir di Aceh Jaya, warganya masih harus mengungsi. Rumah mereka masih digenangi air setinggi pinggang orang dewasa.
Sementara warga di Pasi Timon, Teunom, sejak tadi pagi telah kembali ke rumah mereka masing-masing untuk membersihkan sisa banjir. Sebelumnya, 16 Desa di Tuenom juga sempat mengungsi selama dua hari.[Serambi]

Di Depan Ratusan Orang, Pemkab Pidie Kembali Cambuk 16 Penjudi

eksekusi hukum cambuk
AcehXPress.coKejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pidie yang dibantu oleh Polisi Syariat Pemerintah Kabupaten Pidie kembali mengeksekusi 16 orang terpidana maisir (judi) di halaman Masjid Al Falah, Kota Sigli, Pidie, Rabu (29/10).

Semua yang dihukum cambuk itu telah putus hukuman mereka karena melanggar Qanun Nomor 13 Tahun 2003 tentang maisir (judi). Sehingga masing-masing mereka dicambuk dari 6 sampai dengan 11 kali hukum cambuk setelah disidang di Mahkamah Syariah karena terbukti main judi jenis domino dan togel.

Eksekusi cambuk kali ini selain disaksikan oleh ratusan masyarakat yang sengaja datang, juga eksekusi cambuk kali ini langsung disaksikan oleh Bupati, Sarjani Abadullah, Wakil Bupati Muhammad Iriawan dan juga sejumlah pejabat di jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Pidie.

Semua yang dihukum cambuk tersebut adalah warga asli Kabupaten Pidie yang tertangkap sedang main judi. Mereka ditangkap di beberapa kecamatan yang ada di Pidie, seperti Kecamatan Indra Jaya, Kota Sigli, Peukan Baro, Pidie dan Kecamatan Sakti, Lamlo. Mereka semua dicambuk secara bergilir oleh algojo yang berpakaian jubah menggunakan lecutan rotan.

"Semua mereka itu ditangkap dari beberapa kecamatan di Pidie saat sedang main judi. Ditangkap oleh petugas sekitar 1 dan 2 bulan lalu dengan barang bukti kuat dan sekarang sudah diputuskan dalam persidangan," kata Kepala Polisi Syariat Kabupaten Pidie, Sabaruddin Hasan saat dihubungi merdeka.com.

Kata Sabaruddin, sebelum proses cambuk berlangsung, 16 orang penjudi itu terlebih dahulu diperiksa kesehatannya. Tim dokter memastikan semua telah siap untuk dicambuk. "Sebelumnya juga diberikan tausiah singkat dan semua terpidana tidak ada yang melawan," ujarnya.

Hukum cambuk ini dilakukan untuk niat mempermalukan terpidana tersebut. Akan tetapi ini memberikan pelajaran untuk pelaku maupun masyarakat lainnya agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar Syariat Islam.

"Kita berharap ini bisa menjadi pelajaran untuk semua pihak, tidak ada maksud merendahkan martabat mereka, tetapi harus kembali ke jalan Allah untuk menjalankan segala perintah-NYA," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pidie pada 5 September 2014 juga sudah pernah melakukan hukum cambuk untuk pelanggar Syariat Islam. Saat itu hukum cambuk sebanyak 5 orang terpidana di lokasi yang sama. []



|Merdeka.com|

Kabupaten Pidie Kekurangan Dokter Spesialis

Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah bersama Bupati Pidie, Sarjani Abdullah.
AcehXPress.coDirektur RSIA Pidie, dr Firman menyebutkan rumah sakit yang dipimpinnya masih memiliki keterbatasan fasilitas tenaga dokter spesialis. Demikian keluhan itu disampaikannya kepada Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah di Pendopo Bupati Pidie, Selasa (23/9/2014).
“Beragam kendala yang dihadapi RSIA dalam pengoperasiannya selama ini, mulai dari fasilitas yang belum memadai sampai kekurangan dokter spesialis di rumah sakit tersebut,” katanya.
Dia berharap, kekurangan tersebut bisa diupayakan oleh Pemerintah Pidie dan Pemerintah Aceh.
Mendengar keluhan itu, dr Zaini mengaku akan melakukan sejumlah upaya. Pemenuhan fasilitas rumah sakit dan tenaga dokter spesialis merupakan hal urgen untuk menjamin peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
“Harus ada penambahan dokter di RSIA dan juga fasilitas penunjang lain, sehingga menjadi tempat rujukan yang nyaman bagi masyarakat yang ingin berobat", tandasnya. [tgj]

Pembunuh Anak Kandung Asal Tiro Dirujuk ke RSJ

Ilustrasi Pembunuhan
AcehXPress.co|  Sigli - ‎Jamaluddin Umar (55)  warga Gampong Panah, Kecamatan Tiro, Pidie sejak, Sabtu (14/9), telah diserahkan polisi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh. Jamaluddin yang membunuh anaknya bernama Wajnah Jamaluddin (20) dengan parang, diduga mengalami gangguan jiwa.
"Keterangan dari saksi dari pihak keluarga kepada penyidik polisi, bahwa Jamaluddin mengalami depresi. Sehingga kami perlu melakukan observasi kejiwaan Jamaluddin pada ahlinya, guna mengetahui kejiwaan tersangka," kata Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, kepada Serambinews, Rabu (17/9).
Seperti diketahui, ‎Jamaluddin Umar (55) warga Gampong Meunasah Panah, Kecamatan Tiro, Pidie, Sabtu (6/9) sekitar pukul 12.40 WIB, menghabisi anak kandungnya Wajnah Jamaluddin (20) dengan sebilah parang di rumahnya di gampong tersebut.
Wajnah anak ketiga dari sembilan bersaudara tewas di lokasi kejadian dengan lima luka tebasan parang. Yakni, luka leher sebelah kanan kedalaman15 cm, luka tangan sebelah kiri, luka di atas siku dan di bawah siku kedalaman 7 cm serta jari kelingking sebelah kiri putus.[]




Serambinews

Kategori

Kategori