Showing posts with label Sabang. Show all posts
Showing posts with label Sabang. Show all posts

Jelang Tahun Baru, Pedagang Musiman Mulai Berdatangan ke Sabang

ACEHXpress.com | Menjelang pergantian tahun, sejumlah pedagang musiman mulai ramai berdatangan ke Sabang menempati pasar malam di kawasan Gampong (desa) Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya.

Sejumlah warga Sabang saat ditemui Analisa, Rabu (17/12) mengatakan, sejak dibukanya pasar malam beberapa hari lalu animo masyarakat sangat tinggi untuk membeli berbagai perlengkapan rumah tangga, pakaian jadi, dan mainan anak-anak.

Selain ada event yang digelar di Sabang setiap menjelang pergantian tahun, para pedagang musiman menggelar pasar malam dengan menjual berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.

Pasar malam yang buka pukul 17.00 - 00.00 WIB, itu selalu ramai pengunjung untuk membeli barang kebutuhan atau hanya sekadar melihat-lihat aneka dagangan yang dijual.

Salah seorang pedagang pasar malam, Zulkifli, mengatakan, para pedagang yang berjualan di kawasan pasar malam itu sudah berada di Sabang selama lima hari, dan beberapa hari ke depan masih ada pedagang lainnya yang datang.

Lokasi berjualan diatur oleh ketua kelompok dengan cara menyewa tempat berdagang. Para pedagang berasal dari Langsa, Beureneun, Meulaboh, Pidie Jaya, dan Bireuen. Mereka menjual berbagai keperluan masyarakat, seperti pakaian, mainan anak-anak, kain gorden, peralatan dapur rumah tangga dan dagangan lainnya

Kegiatan pasar malam ini direncanakan berlangsung selama satu bulan. Hingga saat ini, dari 30 tempat berjualan yang disediakan sekitar 17 tempat sudah diisi pedagang. Sementara selebihnya akan diisi oleh pedagang yang akan datang dalam waktu dekat ini, ujarnya. []

analisa

Liburan ke Sabang, Anda Wajib Cicipi Kuliner Lezat Ini

Sate Gurita
AcehXPress.co| Indonesia memang memiliki sejuta kuliner yang menggugah selera. Dari Sabang sampai Merauke, punya ciri khas kulinernya masing-masing dengan beraneka macam rasa dan warna. Berbicara tentang Sabang, kota kecil ini pun memiliki beragam wisata kuliner unik yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Berikut ini tiga kuliner yang wajib Anda coba ketika menyambangi kota Sabang di Aceh, Sumatera.

1. MIE SEDAP

Ketenaran mi yang satu ini tak ada duanya di Sabang. Berlokasi di Jalan Perdagangan, warung makan ini beroperasi mulai dari pukul 08.00 hingga 22.00. Nama “Mi Sedap” sendiri diambil dari nama warung makannya “sedap”. Kuliner mi ini begitu sederhana, yakni hanya mi rebus yang diberi toping berupa daging ayam yang dipotong berbentuk dadu. Meski begitu, Anda harus mengantri untuk merasakan kelezatan mi ini, karena setiap hari antrean pembeli begitu panjang.

2. MIE JALAK

Selain mi sedap, kuliner mi lainnya yang patut Anda coba adalah mi jalak. Nama mi jalak diambil dari nama sang pembuat yakni Pak Jalak. Mi ini pun selalu ramai oleh pengunjung. Mi ini berisi campuran tauge, daun bawang, potongan ikan berbentuk dadu, dan disiram dengan kuah bening. Mi Jalak bisa Anda nikmati di kawasan Jalan Perdagangan tepatnya di toko Pulau Baru. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000 per porsi.

3. SATE GURITA

Jika biasnaya sate berupa potongan daging ayam, kambing, atau sapi. Tapi di Sabang Anda akan menemukan sate langka yakni sate gurita. Dagingnya lembut ditambah dengan sambal kacang membuat rasanya semakin nikmat. Anda bisa menikmatinya bersama lontng ataupun nasi. Rasanya begitu gurih dan berbeda dari sate pada umumnya. Anda bisa menemukan sate gurita di Pujasera atau di pusat kuliner kota Sabang yang buka dari pukul 19.00 hingga 23.00 waktu setempat. []


|jadiberita

Nasri Terkapar Setelah Ditabrak Istri Walikota

Nasri Yakob
AcehXPress.coDiduga akibat lalai saat mengemudikan mobil, istri Wali Kota Sabang, Mulyana Sari, menabrak seorang pengendara sepeda motor, Nasri Yakob (56) warga Jurong Keuramat, Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya, Sabang, Sabtu (25/10/2014) lalu.

Korban diketahui ketika itu baru pulang dari pasar, namun tiba-tiba tanpa diketahui pasti penyebabnya, mobil dinas Kijang Inova BL 268 M yang dikendarai Mulyana menabrak Sepmor korban dari arah belakang. Akibatnya, korban terkapar dan mengalami luka robek di bagian kepala dan lecet-lecet di bagian tangan dan kaki.

Menurut keterangan saksi mata di TKP,  kecelakaan itu terjadi persis di depan kantor Wali Kota Kota Sabang. Saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya itu menambahkan, kejadian tersebut berawal ketika mobil Kijang Inova yang dikendarai Mulyana bersama anaknya melintas di Jalan Diponegoro, Kota Atas, Sabang.

“Sampai di depan kantor Wali Kota, mobil plat merah tersebut menghantam Sepmor merek Honda Supra keluaran tahun 90-an yang dikendarai Nasri dari belakang.”

Diduga, istri orang nomor satu di Sabang tersebut, awalnya tidak sadar jika telah menabrak pengendara lainnya. “Korban sudah terkapar, namun mobil Kijang Inova itu tetap melaju dan baru berhenti setelah sejumlah pengendara lainnya menjerit,” ungkapnya.

 “Sepertinya anak ibu wali kota yang memberitahukan bahwa ada orang terjatuh kena tabrak mobilnya, baru kemudia mobil berhenti dan mengangkat korban lalu membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sabang,” kata sumber ini.

Pantauan AtjehLINK di RSUD Kota Sabang, korban masih terbaring di ranjang ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menurut keterangan istri dan anak korban, Wali Kota Sabang  Zulkifli H Adam sangat peduli atas musibah ini.

“Bapak Wali Kota dan istrinya sudah datang ke rumah dan mereka sangat peduli sama ayah (korban-red). Atas kejadian yang merupakan naas bagi bapak kami ini sudah dilakukan perdamaian secara kekeluargaan” kata Rahmad, anak korban.

Tidak hanya itu, tambah Rahmad, Wali Kota pun telah mawarkan agar ayahnya dibawa ke rumah sakit Banda Aceh untuk diperiksa lebih lanjut. “Tetapi  kami sekeluarga sudah sepakat, ayah belum perlu dirujuk ke Banda Aceh, dan mungkin besok (hari ini-red) ayah sudah bisa pulang,” kata Rahmad.

Sementara sampai berita ini diturunkan, belum didapatkan konfirmasi dari Wali Kota Sabang terkait kecelakaan lalu lintas yang melibatkan istrinya tersebut. [atjehlink]

Dubes Australia Kagumi Keindahan Sabang

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dan Dubes Australia Greg Moriarty 
AcehXPress.coDuta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty yang melakukan kunjungan ke Aceh, menyempatkan diri berkunjung ke Sabang, Senin (29/9). Dia merasa kagum, saat menikmati keindahan Pulau Weh itu.
Keindahan Sabang yang merupakan pulau terluar Aceh, itu sudah dikenal wisatawan mancanegara. Karena, belum sah jika para wisatawan bertandang ke Serambi Mekkah jika tidak menjejakkan kakinya di Sabang.
Begitu juga, Dubes Autralia yang baru kali ini menyaksikan keindahan panorama alam Sabang membuatnya terkesan, walaupun hanya sejenak.
“Hari ini (Senin-red) sangat menyenangkan, walaupun hanya menghabiskan beberapa jam kunjungan ke Sabang, alamnya sangat indah,” kata Moriarty, kepada Analisa, Senin (29/9) malam, usai acara pertemuan Duta Besar Australia dengan alumni Australia di Aceh, di Banda Aceh, Senin (29/9) malam.
Saat berada di Sabang, Moriarty disambut Walikota Zulkifli H Adam. Moriarty berkunjung ke beberapa lokasi yang sangat aktraktif, seperti pelabuhan pariwisata, dan Kilometer Nol.
“Sebelumnya saya sudah berkunjung ke Merauke beberapa kali, tapi baru kali ini ke Kilometer Nol. Jadi sangat eksotis, dan senang bisa ke Kilometer Nol. Sudah sah keliling Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya sambil tertawa.
Menurut Moriarty, selain keindahan Sabang, di sana masih banyak berdiri bangunan-bangunan peninggalan Belanda. Dia sebelumnya banyak membaca tentang peran Aceh dalam melawan penjajah Belanda. “Jadi, sangat menyenangkan bisa melihat langsung, karena selama ini saya hanya baca dari buku,” jelasnya.
Dia menambahkan, dengan keindahan alam Sabang dan masih banyak bangunan peninggalan Belanda, Aceh sangat berpotensi mengembangkan pariwisatanya. []



analisa

Peran Azwar-Irwandi Yusuf Terkuak di Sidang Dermaga Sabang

Irwandi Yusuf
AcehXPress.coKeterlibatan dua mantan pejabat di Aceh, Azwar Abubakar dan Irwandi Yusuf, sedikit demi sedikit terkuak dalam persidangan kasus korupsi pembangunan Dermaga Sabang. Peran keduanya diungkap oleh mantan Deputi Teknik Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan dan Dermaga Bebas Sabang (BPKS) Ramadhani Ismy, saat bersaksi dalam sidang terdakwa Heru Sulaksono.

Menurut Ismy, pada 2004 mereka menggaet sebuah perusahaan buat menjadi konsultan perencana proyek perluasan Dermaga Sabang tahap awal. Yakni PT Citra Diaz Estima. Ternyata, perusahaan itu milik Azwar Abubakar, yang saat ini menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sekaligus politikus Partai Amanat Nasional.

"Direkturnya Ani Sula, pemiliknya Pak Azwar Abubakar. Saat itu jabatannya di 2004 Wagub Aceh," kata Ismy saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa mantan Kepala Perwakilan Aceh-Sumatera Utara PT Nindya Karya, Heru Sulaksono, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (2/10).

Meski demikian, selepas menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi sebelum perkara ini disidangkan, Azwar menampik dia terlibat dalam perkara itu.

Sementara itu, Ismy juga membeberkan peran mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam perkara ini. Menurut dia, pada 2010, atasannya, mantan Kepala BPKS Teuku Syaiful Ahmad, mundur dari jabatannya. Tetapi, dia melanjutkan, Syaiful membuat surat mendesak supaya proses pelelangan proyek tetap dilakukan lewat mekanisme penunjukkan langsung. Meski demikian, usul itu ditolak oleh pengganti Syaiful, Nasaruddin. Karena silang pendapat dan berseteru, keduanya kemudian dipanggil oleh Gubernur Aceh saat itu, Irwandi Yusuf, ke Hotel Borobudur, Jakarta, buat membicarakan hal itu.

"Karena ribut, berseteru antara Pak Syaiful dan Pak Nas, makanya Pak Irwandi, pak Gubernur waktu itu memanggil. Bagaimana ini jangan sampai ribut," ujar Ismy.

Ismy mengatakan, saat itu Irwandi berusaha mencarikan jalan keluar buat mengakhiri perseteruan itu. Tetapi, dia mengaku tidak mendengar apakah saat itu juga dibicarakan ihwal alokasi anggaran proyek.

"Saya lihat pada rapat itu, Pak Irwandi menyarankan mencari dasar hukum apa yang sebenarnya. Karena Pak Nas enggak setuju penunjukan langsung, Pak Saiful setuju penunjukan langsung. (Soal lobi anggaran proyek) Saya tidak tahu. Saya tidak mendengar," sambung Ismy. [merdeka]


Baca juga: Saksi Akui Lelang Proyek Dermaga Sabang Fiktif

Saksi Akui Lelang Proyek Dermaga Sabang Fiktif

Sidang Ramadhani Ismy
AcehXPress.coMantan Deputi Teknik Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan dan Dermaga Bebas Sabang (BPKS) Ramadhani Ismy mengakui proses pelelangan proyek pembangunan Dermaga Sabang pada 2004 sampai 2011 fiktif. Dia mengatakan aturan tender itu sengaja dilanggar dengan alasan menjalankan perintah atasannya, mantan Kepala BPKS Teuku Syaiful Achmad, dan bekas pimpinan proyek Dermaga Sabang Zulkarnaen Nyak Abbas.

Hal itu diungkapkan oleh Ismy saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa mantan Kepala Perwakilan Aceh-Sumatera Utara PT Nindya Karya, Heru Sulaksono, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (2/10). Ismy juga menjadi salah satu terdakwa kasus ini dan sudah menjalani sidang perdana pada Senin lalu.

Menurut Ismy, awalnya Nyak Abbas mendesaknya supaya mempercepat proses lelang proyek Dermaga Sabang. Alasannya adalah paket pekerjaan mesti dilakukan cukup banyak, yakni perbaikan dermaga terkena dampak Tsunami dan pembenahan fasilitas lain sebagai persiapan supaya Dermaga Sabang menjadi kawasan bebas.

"Pak Nyak Abbas sampaikan ke saya karena paketnya banyak, enggak hanya dermaga saja. Diselesaikan pakai konsultan, termasuk konsultan perencanaan. Saya diperintahkan mempercepat proses karena sudah bulan enam. Karena takut nanti enggak mencukupi," kata Ismy.

Ismy lantas menyiapkan berbagai dokumen lelang proyek. Tetapi anehnya, Ahmad memerintahkan dia supaya proses pelelangan dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung. Keanehan selanjutnya adalah Ismy ternyata tidak pernah membuat Harga Perkiraan Sendiri, dan malah mengambil HPS diajukan oleh kerjasama operasi (Joint Operation) antara PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati.

Kemudian, pada suatu hari Ismy mengaku didatangi seseorang mengaku dari JO Nindya-Sejati. Dia meminta Ismy memberikan jadwal dan persyaratan lelang. Anehnya, saat dia melapor kepada Nyak Abbas, dia malah diminta memberikan semua yang diminta oleh perwakilan Nindya-Sejati itu.

"Akhirnya memang yang ditunjuk menang lelang Nindya-Sejati. Padahal lelangnya enggak ada," ujar Ismy.

Sementara pada paket pengerjaan proyek 2005 sampai 2011, Ismy mengaku diminta oleh Ahmad meneruskan proses lelang dengan penunjukan langsung. Selain itu, HPS dipakai tetap mengacu pada pengadaan 2004. []




merdeka

Kategori

Kategori