![]() |
ilustrasi |
Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 21 April 2014 lalu. Saat itu korban Tgk Mahmud hendak pergi ke Masjid untuk mengumandangkan azan subuh. Namun dalam perjalanan Tgk Mahmud dibunuh secara sadis oleh pelaku yang sampai sekarang belum ditangkap oleh pihak Polres Aceh Besar.
Kuasa Hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Wiwin Ibnu Hajar yang didampingi rekannya Chandra Darusman mengatakan, kasus ini menurut penilaiannya berjalan lambat dan terkesan undue delay dilakukan oleh penyidik Polres Aceh Besar. Sehingga kasus pembunuhan tersebut berjalan di tempat tanpa ada perkembangan apapun.
"Kasus ini kami melihat selama berjalan 5 bulan lebih tidak ada kejelasan perkembangannya, terkesan seperti tidak ada itikad baik dari penyidik Polres Aceh Besar untuk mengungkapkannya dibandingkan dengan kasus-kasus pembunuhan lainnya secepatnya terungkap," kata Wiwin Ibnu Hajar dalam konferensi pers di kantor LBH Banda Aceh, Jumat (5/9).
Dijelaskannya, selaku kuasa hukum keluarga korban setiap minggu telah membangun komunikasi dengan penyidik Polres Aceh Besar untuk mempertanyakan kemajuan kasus tersebut. Baik melalui media surat telah dilayangkan, maupun dengan cara bertemu langsung. Namun tetap saja pihak penyidik belum menetapkan tersangka pembunuhan bilal Masjid tersebut.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban lainnya, Chandra Darusman menjelaskan, padahal penyidik Polres Aceh Besar mengaku telah memeriksa 13 orang saksi. Namun lagi-lagi penyidik belum memberikan kemajuan kasus tersebut. Bahkan penyidik sempat beralibi mengalami kesulitan mencari dan mendapatkan keterangan saksi.
"Penyidik memang pernah mengatakan sulit mendapatkan saksi, tapi ini bukan alasan untuk tidak ada kemajuan dalam mengungkapkan kasus ini," imbuh Chandra Darusman.
Oleh karena itu, pihaknya selaku kuasa hukum keluarga korban meminta kepada Polda Aceh untuk mengambil alih kasus tersebut agar keluarga korban bisa mendapatkan keadilan di depan hukum untuk mendapatkan dan menangkap pembunuh orang tua mereka.
"Jadi sekarang kita mendesak Polda Aceh sesegera mungkin mengambil alih kasus ini agar penegakan hukum dan keadilan bisa didapatkan keluarga korban secara transparan, akuntabel, terbuka dan mencerminkan keberpihakan pada penegakan hukum," tutupnya. []
merdeka
EmoticonEmoticon