Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Kader KNPI Aceh Dilatih Ilmu Jurnalistik

Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin, ST, memberikan kata-kata sambutan pada pembukaan acara pelatihan jurnalistik, Sabtu (20/12) | foto: Humas KNPI Lhokseumawe

ACEHXPress.com | Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh menggelar kegiatan workshop dan pelatihan jurnalistik tingkat dasar kepada kader KNPI se-Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung pada 20-21 Desember 2014 di aula Grand Hotel Aceh, Banda Aceh.

Marwidin Mustafa, panitia pelaksana dalam laporannya, Sabtu (20/12) malam, mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 23 peserta yang mewakili daerah masing-masing, dengan mengangkat tema “Melalui pelatihan jurnalistik membangun kreatifitas dan pemahaman kritis pemuda Aceh.”

Jamaluddin, ST, Ketua KNPI Aceh, pada acara pembukaan menjelaskan, dengan diadakan pelatihan tersebut nantinya dapat membangun pemahaman yang kritis terutama dalam bidang jurnalistik. Kemudian, kata Jamal, setelah kegiatan ini berlangsung diharapkan adanya perubahan pada diri masing-masing peserta dan dapat menyebarkan ilmu tersebut kepada kader lainnya.

“KNPI Aceh sudah memiliki website, dengan adanya 15 peserta ini kami harapkan dapat mengisi informasi dari daerah masing-masing ke website tersebut. Kemudian saya harapkan peserta benar-benar mengikuti pelatihan ini untuk mendapatkan ilmu yang maksimal,” ujar Jamaluddin.

Workshop dan pelatihan tersebut menghadirkan pemateri lokal diantaranya, Dr. Mahyuzar selaku Karo Humas Pemerintah Aceh, Muhammad Saman dari PWI Aceh, Azhari dari KWPSI dan juga wartawan LKBN Antara, kemudian Zainal Arifin M. Nur redaktur politik di harian Serambi Indonesia.

Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Dr. Mahyuzar, yang mewakili Gubernur Aceh membuka kegiatan tersebut dan disambut tepuk tangan puluhan peserta dan pengurus KNPI Aceh yang memadati aula Grand Aceh Hotel. [FAP]

Media Massa Menunggu Karya Penulis Pemula

ACEHXPress.com | Selain mengandalkan karya jurnalistik wartawannya, media massa juga membuka ruang terbuka untuk penulis lepas, khususnya pelajar. Tulisan-tulisan itu beragam jenis, mulai fiksi maupun nonfiksi.
 
“Tinggal memilih mau fokus menulis apa, fiksi atau nonfiksi,” ujar Muhammad Subhan, pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia di hadapan puluhan pelajar dalam acara Pelatihan SDM Bidang Jurnalistik Tingkat Pelajar se-Kota Padangpanjang, Selasa (16/12), di aula Balaikota Padangpanjang.
 
Pelatihan tersebut diadakan Humas Setdako Padangpanjang dalam rangka memberikan keterampilan menulis kepada pelajar di Kota Serambi Mekah itu.
 
Menurut Muhammad Subhan, peluang yang diberikan media massa, baik cetak maupun online, harus dimanfaatkan oleh pelajar sebagai calon penulis masa depan Indonesia. Sebab, dengan berlatih menulis serta mengirimnya ke media massa, karya yang ditulis akan bermanfaat sebab dibaca banyak orang.
 
“Media, baik koran maupun online, sangat membutuhkan tulisan dari luar, bisa berupa puisi, cerpen, artikel, esai, resensi buku bahkan cerita bersambung,” kata Muhammad Subhan yang juga mantan wartawan salah satu koran harian tertua di Padang, Sumatera Barat.
 
Meski terbuka peluang itu, tambah Muhammad Subhan, calon penulis harus memahami kiat-kiat mengirim naskah ke media massa. Di antara kiat itu, adalah menulis tulisan dengan topik aktual, menjadi kebutuhan banyak orang, memerhatikan momen, menjaga kualitas, diedit berkali-kali, hingga mempelajari aturan pengiriman naskah ke media yang dituju.
 
“Teknologi hari ini memudahkan penulis mengirim karyanya ke media, yaitu menggunakan email. Hemat dan praktis. Silakan mencari alamat email media yang dituju, dan rutin mengirim karya serta tidak takut ditolak redaktur,” ujar Muhammad Subhan.
 
Narasumber lainnya yang tampil dalam pelatihan tersebut adalah Drs. Ampera Salim, S.Pd, M.Si (Teknik Wawancara danMenulis Berita), Novrizal, S.Pd, M.Pd (Bahasa Jurnalistik), dan Ganda Cipta (Teknik Penulisan Berita dan Feature).
 
Kepala Bagian Humas Setdako Padangpanjang M.A Dalmenda, S.Sos, M.Si., mengatakan, pelatihan yang diadakan Humas Pemerintah Kota Padangpanjang itu merupakan agenda rutin tahunan sebagai upaya melahirkan penulis-penulis muda di Padangpanjang.
 
“Sejak dulu, Kota Padangpanjang dikenal sebagai kota pendidikan yang sangat erat kaitannya dengan tulis menulis. Semoga, lewat pelatihan ini, penulis-penulis baru bemunculan di kemudian hari,” ujar Dalmenda. [Diana Saputri]

Australia Siapkan 440 Beasiswa S2 dan S3

Beasiswa
AcehXPress.coAustralia Award kembali membuka kesempatan kepada mahasiswa di seluruh dunia, termasuk Indonesia untuk memperoleh beasiswa S2 dan S3. Untuk Indonesia, Australia Award menyediakan 440 beasiswa S2 dan S3 semua jurusan.
Hal itu disampaikan Fadhil Baadilla, Data Systems dan IT Manager Australia Award Indonesia, saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Senin (8/12). Ia ditemani Samsul Bahri Usman, Director AusAID’s.
Fadhil menyebutkan, untuk kali ini Aceh bersama empat provinsi lainya, yakni NTB, NTT, Papua dan Papua Barat masuk dalam program beasiswa Geographic Focus Area, di mana untuk kelima provinsi ini Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang diminta hanya 2.75. Sementara untuk provinsi lainnya, syarat minimal IPK adalah 2.90.
“Kelima provinsi ini jadi fokus kami ke depan. Kami akan benar-benar mendukung pendidikan di Aceh dan empat provinsi lainnya. Kami dukung mahasiswa Aceh untuk melanjutkan kuliah ke Australia,” kata Fadhil.
Selain IPK, Australia Award juga menetapkan persyaratan lainnya, seperti TOEFL atau IELTS. Bagi yang ingin melanjutkan S2, TOEFL yang harus dipenuhi adalah 500 skore, sedangkan untuk S3 550 skore. Tidak mesti TOEFL, calon mahasiswa juga diperbolehkan memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris dengan IELTS. Skore yang harus dipenuhi adalah 5 untuk S2 dan 6 untuk S3.
Dijelaskan, sebanyak 49 kampus siap menampung calon mahasiswa yang berasal dari Aceh. Calon mahasiswa boleh memilih kampus mana saja, sesuai jurusan yang diinginkan. Tapi ada beberapa bidang studi prioritas bagi Indonesia kali ini, yaitu manajemen ekonomi dan pertumbuhan, demokrasi, keadilan dan pemerintahan yang baik, investasi untuk pembangunan manusia, serta keamanan dan kedamaian.
“Kesempatan ini kita tawarkan kepada semua mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliahnya, dengan kualifikasi yang sudah ditentukan. Semua jurusan boleh dipilih asalkan calon melihat dulu jurusan yang ada di kampus yang ia tuju, sebelum berkas dikirim,” ujarnya.
Uuntuk pendaftaran atau pengiriman berkas, para calon boleh melakukan dengan dua cara, yakni mendaftar secara online dengan mengisi formulir dan mengunduh semua berkas yang diperlukan melalui http://oasis.ausaid.gov.au atau mengirim semua berkas fisik (hard copy), ke Kantor Australia Award di Jakarta.
“Pendaftaran untuk studi mulai dibuka tanggal 1 Februari 2015 hingga 30 April 2015. Untuk Aceh, hari Rabu ini (besok-red) kita akan adakan public seminar di Hotel The Pade, ini acara dibuka untuk umum, jadi boleh datang, nanti akan kita jelaskan secara detail,” demikian Fadhil. [Srm]

Puluhan Ribu Buku Paket Jadi Mubazir

buku kurikulum 2013
AcehXPress.coPuluhan ribu buku paket sekolah berbasis Kurikulum 2013 yang telah dibeli sekolah-sekolah di Aceh pada November- Desember 2014 ini untuk digunakan pada sementer II tahun ajaran 2014/2015 (mulai Januari tahun depan), bakal mubazir.

Hal itu terjadi sebagai ekses dari instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr Anies Baswedan yang sejak Minggu (7/12) lalu mengharuskan sekolah yang belum menerapkan Kurikulum 2013 selama tiga semester, untuk kembali ke Kurikulum 2006.

Terkait instruksi Mendikbud tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Anas M Adam MPd yang dimintai Serambi tanggapannya Senin kemarin mengatakan, instruksi Mendikbud tersebut sangat mengejutkan para kepala SMP, SMA, dan SMK di Aceh.

Para sekolah terkejut, karena instruksi Mendikbud itu diterbitkan justru menjelang pelaksanaan semester II. Buku-buku Kurikulum 2013 (K13) yang akan dipakai pada pelaksanaan belajar-mengajar pada semester II yang akan dimulai Januari 2015, umumnya sudah dibeli pada November dan Desember 2014 ini. Bahkan sebagian sekolah sudah menerima kiriman buku K13 yang telah dipesannya bulan lalu dari penerbit di Pulau Jawa.

Para guru, kepala SMP, SMA, dan SMK yang membaca dan mendengar berita terkait instruksi Mendikbud Anies Baswedan itu dari berbagai media massa, kata Anas Adam, langsung menelepon dirinya dan mempertanyakan bagaimana nasib buku-buku pelajaran Kurikulum 2013 yang pengadaannya telah dilakukan pada November dan Desember 2014 melalui sumber dana BOS APBN 2014.

Setelah menerima telepon dan pertanyaan dari sejumlah guru dan kepala sekolah mengenai nasib buku K13 yang telah dibeli itu, malah sebagian sekolah sudah terima kiriman dari penerbit di Jawa, Anas mengatakan, buku itu diterima saja. “Jadikan ia sebagai buku referensi dan simpan dengan baik di perpustakaan sekolah,” kata Anas.

Pihak kepala sekolah yang telah teken kontrak pengadaan buku-buku pelajaran K13, menurut Anas, tidaklah salah. Alasannya, buku-buku K13 itu dibeli atau diadakan juga atas instruksi Mendikbud kala itu, yakni Prof Dr Muhammad Nuh DEA.

Buku-buku itu, lanjut Anas, bisa digunakan dalam pelaksanaan belajar- mengajar untuk kurikulum yang lama (tahun 2006), guna menambah ilmu, pengetahuan, dan wawasan siswa.

Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 itu, ungkap Anas, Pemerintah Aceh telah mengalokasikan dana Rp 40 miliar lebih untuk melatih guru SMP, SMA, dan SMK agar cepat memahami kurikulum pendidikan nasional yang baru, yakni tahun 2013.

Menurutnya, Pemerintah Aceh melatih guru SMP, SMA, dan SMK dengan materi Kurikulum 2013 itu melalui sumber dana APBA. Alasannya, supaya guru SMP, SMA, dan SMK di Aceh, secepatnya mendapat pelatihan materi sesuai Kurikulum 2013.

Kedua, karena pada tahun pertama penerapan pelaksanaan K13 di tahun 2013, Kementerian Pendidikan baru mengalokasikan dana untuk melatih guru-guru SD dari sumber anggaran APBN, sedangkan untuk guru SMP, SMA dan SMK, belum disediakan. Karena itu, pada tahun 2014, Gubernur Aceh dan DPRA mengalokasikan dana pelatihan materi K13 untuk guru SMP, SMA, dan SMK.

Jumlah guru SD di Aceh yang telah dilatih materi Kurikulum 2013, menurut Anas, sudah mencapai 18.127 orang dari sasaran yang akan dilatih sebanyak 20.879 orang, atau sudah mencapai 86,81 persen.

Kendati jumlah guru SD yang telah dilatih materi K13 sudah mencapai 18.127 orang, ungkap Anas, tapi SD yang telah menjalankan penuh K13 persentasenya masih sangat kecil, yakni baru 1,02 persen atau baru bari 41 SD, dari 3.987 SD yang terdapat di Aceh.

Untuk guru SMP, yang telah mengikuti pelatihan K13, sebanyak 8.448 orang dari 10.843 yang ditargetkan, atau sudah 77,91 persen. Sedangkan SMP yang telah menerapkan K13 baru 47 SMP atau baru 3,39 persen, dari 1.386 SMP yang ada di Aceh.

Guru SMA/SMK yang telah dilatih materi K13, sebut Anas, baru 36,91% atau baru 3.450 orang dari 9.345 orang yang ditargetkan.  SMA yang sudah menerapkan K13 baru 30 unit sekolah dari 678 unit SMA atau baru 6,6%, sedangkan SMK lebih kecil lagi, baru 2,07% atau baru sebelas sekolah dari 166 unit SMK yang terdapat di Aceh.

Anas M Adam mengatakan, pihaknya ikut kebijakan nasional saja, untuk pelaksanaan kurikulum K13 maupun kembali pada kurikulum 2016. Antara kedua kurikulum itu, memang ada bedanya, tapi tujuan akhirnya sama-sama untuk mencerdaskan anak bangsa. Misalnya pada Kurikulum 2006, Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan, tapi pada Kurikulum 2013, sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge.

Pada kurikulum 2013, semua mata pelajaran menekankan pentingnya prosedur rinci dalam penyelesaian masalah. Pada kurikulum 2006, kurang penekanan pada kemampuan prosedural.
Pada kurikulum 2006, tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang berbeda, tapi pada kurikulum 2013, semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama, yaitu pendekatan saintific melalui mengamati, menanya, mencoba, dan menalar.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh, Prof Dr Warul Walidin menyatakan, MPD Aceh segera akan memanggil Disdik Aceh serta dinas terkait untuk menyikapi penerapan K13 yang kini sudah distop penerapannya.

“Persoalan ini tidak boleh kita biarkan lama, kita segera panggil Disdik Aceh dan dinas terkait lainnya,” kata Warul kepada Serambi di sela-sela menghadiri Raker MPD se-Aceh di Aula Setdakab Aceh Barat, Senin kemarin. [Srm]

FAM Indonesia Ikuti Pameran ‘Jakarta Library & Archive Expo’

ACEHXPress.com | JAKARTA - Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia mengikuti event akbar ‘Jakarta Library & Archive Expo’ yang digelar Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta pada tanggal 11-14 Desember 2014 mendatang di Taman Lapangan Banteng Jakarta Pusat.

Ratusan peserta lainnya mengikuti kegiatan ini, di antaranya Perpustakaan Nasional RI, Arsip Nasional RI, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah se-Indonesia, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota/Kabupaten, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Khusus dan Pusat Informasi, Perpustakaan Rumah Ibadah.

“Selain itu, juga diikuti Perpustakaan/Pusat Kebudayaan Negara-Negara Sahabat dan Organisasi Internasional, Perpustakaan/Taman Bacaan Masyarakat, Komunitas Minat Baca dan Pendidikan, Lembaga Kearsipan Pemerintah dan Swasta, Komunitas/Pegiat Kearsipan, Media Massa, Museum, Penerbit/Perusahaan Rekaman, dan Penyedia Barang/Jasa Perpustakaan Kearsipan,” ujar Efri S. Bahri, Koordinator FAM Indonesia Wilayah Jabodetabek, Senin (8/12), di Jakarta.

Menurut Efri S. Bahri, untuk suksesnya acara ini, pihak panitia telah mengundang perwakilan seluruh peserta pameran dan membahas segala persiapan dalam Technical Meeting yang diadakan Kamis, (4/11) di aula BPAD DKI, Gedung Nyi Ageng Serang Lt. 8, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada event kali ini, ungkap Efri S. Bahri, FAM Indonesia Wilayah Jabodetabek mengadakan Launching Buku Karya Penulis Anggota FAM Indonesia secara nasional, salah satunya buku “Glosarium Istilah Perpustakaan” karya Suharyanto. Suharyanto adalah anggota FAM Indonesia yang juga Pustakawan Perpusnas RI.

“Di sampiing itu, FAM Jabodetabek juga akan mengadakanWorkshop Menulis bagi  pelajar, pemuda dan mahasiswa,” kata Efri S. Bahri.

Dia mengimbau seluruh anggota FAM Indonesia yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya untuk datang dan mengunjungi pameran, sebab pameran itu dinilai sangat bermanfaat karena banyak informasi terkait literasi, buku dan seputar perpustakaan/kearsipan.

“Bagi anggota FAM Indonesia maupun masyarakat umum lainnya yang ingin mengetahui aktivitas FAM Indonesia dari dekat silakan datang ke stand FAM Indonesia di lokasi pameran,” ujarnya.

Ditambahkan, FAM Indonesia merupakan komunitas kepenulisan nasional yang berdiri pada tanggal 2 Maret 2012. FAM Indonesia berkantor pusat di Pare, Kediri, Jawa Timur yang tujuannya menyebarkan semangat cinta (aishiteru) menulis di kalangan generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar, SMP, SMA, mahasiswa, dan kalangan umum lainnya.

FAM Indonesia bertekad membina anak-anak bangsa untuk cinta menulis dan gemar membaca buku. Sebab, dua hal ini melatarbelakangi maju dan berkembangnya negara-negara di dunia lantaran rakyatnya suka membaca buku dan menulis karangan.
FAM Indonesia berbasis di sekolah-sekolah dan melebur di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan kepenulisan. [Diana Saputri]

Besok, Surat Edaran untuk Hentikan Kurikulum 2013 Dikirim ke Semua Sekolah

Anies Baswedan
AcehXPress.co|  Jakarta - Dengan adanya keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan untuk menghentikan Kurikulum 2013, maka tiap sekolah akan kembali ke Kurikulum 2006. Anies akan mengirimkan surat edaran tentang penghentian Kurikulum 2013 ke semua sekolah di seluruh Indonesia mulai besok.

"Kami kirimkan surat edarannya besok. Jadi, kepala sekolah dan guru bisa mulai kembali menyiapkan Kurikulum 2006," kata Anies, Jumat (5/12/2014).

Anies memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah yang belum menjalankannya selama tiga semester. Bagi yang sudah di atas tiga semester menerapkan Kurikulum 2013, maka sekolah tersebut akan tetap menggunakannya dan dijadikan percontohan bagi sekolah-sekolah lain. 

"Ada 6.221 sekolah yang masih pakai Kurikulum 2013, rinciannya 2.598 SD, 1.437 SMP, 1.165 SMA, dan 1.021 SMK," ucapnya.

Menurut Anies, masalah pada Kurikulum 2013 masih banyak, dan harus segera diperbaiki secara bertahap. Dia mengatakan, masalah Kurikulum 2013 bersifat konseptual. Misalnya, seperti ketidakselarasan ide dengan desain kurikulum serta ketidakselarasan antara gagasan dan isi buku teks.

Untuk itu, Anies ingin Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang dijadikan percontohan bisa lebih dimatangkan. Metode hingga guru-guru yang mengajar di sana nantinya akan menjadi patokan bagi sekolah-sekolah lain yang belum menggunakan Kurikulum 2013.

Anies menambahkan bahwa sekolah tidak perlu khawatir untuk kembali ke Kurikulum 2006. Sebab, menurut Anies, konsep-konsep yang telah ditegaskan pada Kurikulum 2013 sebenarnya telah ada dalam Kurikulum 2006.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif di kelas. "Kreativitas dan keberanian guru untuk berinovasi itu kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia," tutur mantan rektor Universitas Paramadina itu. [Kompas]

Kategori

Kategori