Legenda Brasil Tantang Semen Padang & Aceh All Star

Tim Legenda Aceh
AcehXPress.coBanda Aceh - Tim Legenda Brasil hari ini berkunjung ke Provinsi Aceh, untuk melakoni turnamen segitiga. Mereka siap menjajal kekuatan Aceh All Star dan Semen Padang FC dalam laga eksibisi di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh akhir pekan ini.

Tim asal negeri Samba itu yang datang ke Indonesia berjumlah 22 orang, diisi mantan-mantan pemain timnas Brazil seperti Carlos Luciono Mineiro (eks pemain Chlesea), Fabiano Godoy, Marcelo Miguel, Kelly dan lainnya. Meski bernama Brasil Legend, mereka juga mengikutkan beberapa pemain muda dalam "Tour of Hope" ke Laos, Malaysia dan Indonesia (Aceh).

Terbang dari Malaysia, Brasil Legend tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (19/9/2014) siang. Mereka mendapat sambutan meriah di Aceh. Sesaat di bandara, para legenda sepak bola Brazil diarak keliling Kota Banda Aceh.  

"Kita mencoba memperlihatkan kepada mereka bagaimana Aceh setelah tsunami. Ini sekaligus mengabarkan kepada dunia bahwa Aceh sudah sangat aman dan layak dikunjungi wisatawan, ada banyak tempat wisata di sini," kata Sekretaris Umum Asosiasi PSSI Aceh, Khaidir TM.

Malam ini mereka akan dijamu makan malam oleh Gubernur Aceh di Pendopo, kemudian akan menggelar uji lapangan dan coaching clinic dengan pesepak bola usia dini besok pagi.

Sabtu (20/9) malam, mereka akan bertanding melawan Aceh All Star yang diperkuat mantan-mantan pemain Persiraja Banda Aceh seperti Tarmizi Rasyid, Azhari, Andrea, Abdul Musawir serta pesepak bola asal Aceh yang membela klub-klub ISL seperti Ismed Sofyan, Defri Rizky, Syahrizah (Persiraja), Fahrizal Dillah (Semen Padang) dan lainnya.

Sehari kemudian, Aceh All Star akan menjamu Semen Padang di stadion yang sama, Minggu (21/9) sore. Keesokannya, Senin (22/9) malam, Semen Padang akan menantang Brasil Legend.

Manager Brasil Legend, Marcos Vasconcelos mengatakan, timnya datang ke Aceh untuk mengibur sekaligus silaturahmi lewat sepak bola dengan masyarakat Indonesia, khususnya Aceh.

"Masyarakat Aceh yang kami tahu begitu fanatiknya mereka dengan sepakbola, kami datang dengan pemain legenda dan beberapa pemain muda, yang termuda diantara kami berusia 22 tahun dan masih aktif bermain di salah satu klub profesional," ujar Marcos.

Menurutnya pertandingan mereka jalani nanti tak semata untuk menang. "Tapi ini adalah bagian dari hiburan. Kami berharap kepada pemain dari Aceh agar bisa memberi perlawanan yang ketat di lapangan nanti," tukasnya. []





Okezone


EmoticonEmoticon