Empat Jemaah Haji Asal Aceh Meninggal di Tanah Suci

AcehXPress.coJumlah jemaah haji asal Provinsi Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci, Arab Saudi sampai saat ini sudah mencapai empat orang.
Jemaah terakhir yang meninggal bernama Jihadiyah Binti Mataridy Rahi Matardy, asal Gampong Blang Ara, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Almarhumah yang dalam Kloter 7 Embarkasi Banda Aceh meninggal dunia Sabtu (11/10).
Sebelumnya, tercatat tiga jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia, yaitu Abdul Wahab Amin Cut Mad Amin  tergabung dalam Kloter 2 asal Kabupaten Pidie, meninggal 22 September.
Kemudian Kamarni Ali bin Muhammad Ali tergabung dalam Kloter 4 asal Kabupaten Aceh Singkil meninggal  dunia 2 Oktober dan Muhammad Tahir Zainal  tergabung dalam Kloter 6 asal Kabupaten Bireuen meninggal dunia  4 Oktober. Kesemuanya dimakamkan di Makkah.
“Berdasarkan informasi yang kami terima melalui Sistem Informasi Haji, hingga saat ini jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia ada empat orang,” ujar  Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama Aceh, H.Akhyar, M.Ag, Senin (13/10).
Karenanya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Banda Aceh menyampaikan rasa dukacita yang mendalam dan berdoa semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhum/almarhumah.
Sesuai peraturan yang berlaku, kepada ahli waris akan diberikan santunan (asuransi) yang pada tahun ini dipercayakan kepada PT AJS Amanahjiwa Giri Artha. Pemerintah pusat memberikan kuota haji pada musim haji 2014 untuk masyarakat muslim di Provinsi Aceh sebanyak 3.140 orang, yang berangkat melalui Embarkasi Banda Aceh di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar. “Alhamdulillah, semua jemaah yang telah menyelesaikan rukun haji itu hingga saat ini dalam kondisi sehat walafiat,” kata Akhyar.
Dijelaskan, para jemaah haji asal Aceh dijadwalkan bertolak ke Madinah pada 18 Oktober 2014 dan direncanakan Kloter pertama Debarkasi Banda Aceh akan terbang kembali ke Tanah Air 28 Oktober 2014.
“Persiapan untuk pemulangan jemaah haji telah kita lakukan dengan harapan tamu Allah bisa kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat, dan proses pemulangan juga berjalan lancar,” katanya.
Tunggu 16 Tahun
Sementara Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Drs.Herman menyebutkan, daftar tunggu (waiting list) haji Aceh mencapai lebih dari 63.000 orang, sehingga harus menunggu 16 tahun untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Hingga kini, jumlah daftar tunggu haji Aceh mencapai 63.102 orang dan harapan kita pemerintah pusat dapat memberikan kuota tambahan untuk Aceh pada musim haji mendatang,” terangnya.
Dengan jumlah daftar tunggu tersebut, maka yang mendaftar hari ini harus menunggu 16 tahun ke depan untuk diberangkatkan menunaikan ibadah haji, sebab kuota haji Aceh hanya 3.888 orang.
“Itu kuota haji normal. Sedangkan kuota haji sekarang dikurangi menjadi 3.140 karena ada perluasan Masjidil Haram yang menjadi pusat ibadah haji hingga tahun 2016,” ungkap Herman. []

analisa


EmoticonEmoticon