AcehXPress.com | Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ternyata mulai berdampak pada penerbangan (flight) dari Banda Aceh ke Medan, Sumatera Utara, dan Jakarta maupun sebaliknya. Tepatnya, dari Kualanamu, Medan, ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar.
"Akibat erupsi gunung berapi aktif itu penerbangan dari bandara tersebut terganggu dan delay hingga dua jam," kata Operation Service Manager Angkasa Pura II Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Hudi Hartomo menjawab Serambi (Tribunnews.com Network) tadi malam.
Hudi Hartomo mengaku kemarin pihaknya mendapat laporan dari lapangan bahwa penerbangan sudah terganggu sejak pagi, Kamis (9/10/2014). Maskapai penerbangan Lion Air terpaksa menunda (delay) terbang hingga satu jam. Begitu juga dengan pesawat Bombardir Garuda Indonesia yang seharusnya terbang dari Kualanamu ke Bandara SIM Blang Bintang pukul 17.00 sore kemarin, sempat tertunda selama dua jam.
Menurut Hudi, biasanya pukul 17.00 WIB pesawat Bombardir Garuda Indonesia sudah terbang dari Kualanamu, Medan, ke Bandara SIM, Aceh Besar. Namun, sore kemarin sempat tertunda keberangkatannya hingga dua jam yang menyebabkan pesawat tersebut baru landing (mendarat) tadi malam.
Sejauh ini, kata Hudi, belum ada pesawat yang harus membatalkan penerbangan, hanya saja beberapa penerbangan yang harus diubah jadwal terbang atau ditunda.
"Mudah-mudahan penerbangan ke Aceh tidak ada yang dibatalkan. Seandainya Sinabung lebih aktif erupsinya ya paling-paling ditunda penerbangannya untuk beberapa jam saja. Intinya kami dari Bandara SIM ini akan siap menampung penumpang delay, kami siaga selama 24 jam," ujarnya.
Terkait dengan pesawat Bombardir Garuda Indonesia yang sempat ditunda selama dua jam penerbangannya dari Kualanamu ke Bandara SIM, Hudi melaporkan, akhirnya pesawat tersebut mendarat di Bandara SIM.
Biasanya, menurut Hudi, pesawat ini akan kembali terbang ke Medan.
"Biasanya mereka mendarat pukul 17.00 sore, kemudian sekitar pukul 18 sudah kembali terbang. Tapi hari ini, karena erupsi Sinabung hingga tadi malam pesawat itu masih berada di Bandara SIM Blang Bintang. Jika petugas bandara mengizinkan terbang, maka pesawat itu kembali terbang ke Kualanamu. Itu semua tergantung sama petugas Bandara Kualanamu Medan," jelas Hudi.
Sementara jadwal hari ini, Jumat (10/10/2014), untuk jadwal terbangnya masih tetap berlaku jam terbang normal. Misalnya, Lion Air terbang pagi pukul 06.00 WIB dan Garuda Indonesia terbang pagi pukul 08.20 WIB.
"Namun, semua itu juga tetap tergantung cuaca besok (hari ini) dan kondisi Gunung Sinabung," ucapnya.
Sedangkan untuk penerbangan internasional Hudi mengakui sejauh ini belum berdampak akibat letusan Gunung Sinabung.
"Penerbangan internasional hari ini (Kamis) tetap normal, letusan Sinabung belum memengaruhi penerbangan ke luar negeri dari Bandara SIM Aceh Besar," jelas Hudi. []
Tribunnews
"Akibat erupsi gunung berapi aktif itu penerbangan dari bandara tersebut terganggu dan delay hingga dua jam," kata Operation Service Manager Angkasa Pura II Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Hudi Hartomo menjawab Serambi (Tribunnews.com Network) tadi malam.
Hudi Hartomo mengaku kemarin pihaknya mendapat laporan dari lapangan bahwa penerbangan sudah terganggu sejak pagi, Kamis (9/10/2014). Maskapai penerbangan Lion Air terpaksa menunda (delay) terbang hingga satu jam. Begitu juga dengan pesawat Bombardir Garuda Indonesia yang seharusnya terbang dari Kualanamu ke Bandara SIM Blang Bintang pukul 17.00 sore kemarin, sempat tertunda selama dua jam.
Menurut Hudi, biasanya pukul 17.00 WIB pesawat Bombardir Garuda Indonesia sudah terbang dari Kualanamu, Medan, ke Bandara SIM, Aceh Besar. Namun, sore kemarin sempat tertunda keberangkatannya hingga dua jam yang menyebabkan pesawat tersebut baru landing (mendarat) tadi malam.
Sejauh ini, kata Hudi, belum ada pesawat yang harus membatalkan penerbangan, hanya saja beberapa penerbangan yang harus diubah jadwal terbang atau ditunda.
"Mudah-mudahan penerbangan ke Aceh tidak ada yang dibatalkan. Seandainya Sinabung lebih aktif erupsinya ya paling-paling ditunda penerbangannya untuk beberapa jam saja. Intinya kami dari Bandara SIM ini akan siap menampung penumpang delay, kami siaga selama 24 jam," ujarnya.
Terkait dengan pesawat Bombardir Garuda Indonesia yang sempat ditunda selama dua jam penerbangannya dari Kualanamu ke Bandara SIM, Hudi melaporkan, akhirnya pesawat tersebut mendarat di Bandara SIM.
Biasanya, menurut Hudi, pesawat ini akan kembali terbang ke Medan.
"Biasanya mereka mendarat pukul 17.00 sore, kemudian sekitar pukul 18 sudah kembali terbang. Tapi hari ini, karena erupsi Sinabung hingga tadi malam pesawat itu masih berada di Bandara SIM Blang Bintang. Jika petugas bandara mengizinkan terbang, maka pesawat itu kembali terbang ke Kualanamu. Itu semua tergantung sama petugas Bandara Kualanamu Medan," jelas Hudi.
Sementara jadwal hari ini, Jumat (10/10/2014), untuk jadwal terbangnya masih tetap berlaku jam terbang normal. Misalnya, Lion Air terbang pagi pukul 06.00 WIB dan Garuda Indonesia terbang pagi pukul 08.20 WIB.
"Namun, semua itu juga tetap tergantung cuaca besok (hari ini) dan kondisi Gunung Sinabung," ucapnya.
Sedangkan untuk penerbangan internasional Hudi mengakui sejauh ini belum berdampak akibat letusan Gunung Sinabung.
"Penerbangan internasional hari ini (Kamis) tetap normal, letusan Sinabung belum memengaruhi penerbangan ke luar negeri dari Bandara SIM Aceh Besar," jelas Hudi. []
Tribunnews

EmoticonEmoticon